Penerapan Prinsip Riba dalam Transaksi Pinjaman Konvensional: Studi Komparasi Fikih Muamalah dan Ekonomi Islam
DOI:
https://doi.org/10.70371/jseht.v5i1.295Kata Kunci:
Riba; Conventional Loan; Fiqh Muamalah; Islamic Economics; Sharia Financing.Abstrak
This study aims to examine the concept of riba from the perspectives of fiqh muamalah and Islamic economics and to compare it with conventional lending practices in Indonesia, including the use of alternative terms such as service fees, administrative charges, and penalties in digital lending services. This study employs a qualitative descriptive-comparative approach. Primary data were obtained from classical and contemporary fiqh muamalah literature, fatwas issued by the National Sharia Council–Indonesian Ulema Council (DSN-MUI), and national financial regulations, while secondary data were collected from the Financial Services Authority (OJK) and Statistics Indonesia (BPS) for the 2024–2025 period. The findings indicate that any predetermined addition to loan repayment, regardless of its terminology, constitutes riba nasi'ah because it guarantees a fixed return without genuine economic compensation or risk sharing. OJK and BPS data also reveal a persistent structural gap between the conventional and Islamic financial systems. The market share of Islamic banking remained relatively stagnant at approximately 7.4–7.7% of total national banking assets, while the Islamic financial literacy and inclusion indices reached only 43.42% and 13.41% in 2025, considerably lower than the national figures. Meanwhile, conventional financial technology (fintech) lending continued to grow by more than 27% year-on-year. The study concludes that eliminating riba-based practices requires not only compliance with Islamic legal principles but also innovative Sharia financing products and stronger Islamic financial literacy to provide accessible and competitive alternatives to conventional lending
Referensi
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. (2018). Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor 117/DSN-MUI/II/2018 tentang layanan pembiayaan berbasis teknologi informasi berdasarkan prinsip syariah. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
Fauzan, A. (2025). Inklusi Keuangan Syariah Sebagai Instrumen Pembangunan Ekonomi Inklusif. Economics Note, 1(2), 68–74. https://ejournal.kalibra.or.id/index.php/econote/article/view/96
Fawaz, H., & Shaddiq, M. S. (2026). Penguatan Literasi Fikih Muamalah Mahasiswa Fakultas Agama Islam Unizar Dalam Menilai Hukum Bunga Bank Konvensional Dan Praktik Pinjaman Online Menggunakan Pendekatan Berpikir Kritis. Nusantara Hasana Journal, 5(9), 84–98. https://doi.org/10.59003/NHJ.V5I9.1905
Infobanknews. (2025, April 11). Outstanding pembiayaan fintech P2P lending capai Rp80,07 triliun, OJK soroti kenaikan kredit macet. https://infobanknews.com/outstanding-fintech-p2p-lending-capai-rp8007-triliun-ojk-soroti-kenaikan-kredit-macet/
Neraca.co.id. (2025, November 6). Pangsa pasar syariah diharapkan meningkat hingga 20%: Kinerja bank syariah meningkat. https://www.neraca.co.id/article/227886/pangsa-pasar-syariah-diharapkan-meningkat-hingga-20-kinerja-bank-syariah-meningkat
Nurita, C., Puspita, D. F., & Hendrawan, Y. (2024). Metode Perhitungan Bunga Pada Bank Konvensional. AL-IQTISHAD : Jurnal Perbankan Syariah Dan Ekonomi Islam, 2(1), 22–31. https://doi.org/10.47498/IQTISHAD.V2I1.3386
Otoritas Jasa Keuangan. (2025, February 11). Siaran pers: Penguatan sektor jasa keuangan yang stabil dan inklusif untuk mendukung program prioritas nasional (Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2025). https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Pertemuan-Tahunan-Industri-Jasa-Keuangan-2025.aspx
Otoritas Jasa Keuangan. (2025, September 2). Siaran pers: OJK: Kinerja industri jasa keuangan syariah tumbuh positif (SP 134/GKPB/OJK/IX/2025). https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-Kinerja-Industri-Jasa-Keuangan-Syariah-Tumbuh-Positif.aspx
Otoritas Jasa Keuangan, & Badan Pusat Statistik. (2025, May 2). Siaran pers bersama: Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat—Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-dan-BPS-Umumkan-Hasil-Survei-Nasional-Literasi-Dan-Inklusi-Keuangan-SNLIK-Tahun-2025.aspx
Pardiansyah, E. (2022). Konsep riba dalam fikih muamalah maliyyah dan praktiknya dalam bisnis kontemporer. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(2), 1270–1285. https://jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jei/article/view/4751
Putri, N. I., Wulandari, L. A., Olivia, M. T., Restalina, A., Rasyid, F. M., & Baidhowi. (2025). Riba dalam praktik pinjaman online: Analisis hukum Islam sebagai solusi penerapan financial technology syariah. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 16(1), 1711–1720. https://cibinstitute.id/index.php/causa/article/view/2057
Rahmadani, F., Prasetya, N. P., Harahap, A. H., Erliani, L. N., Dinata, F. C., Ahmad, K. D., & Waluyo. (2025). Perbandingan konsep riba dan bunga dalam perspektif ekonomi Islam: Kajian literatur. Musytari: Jurnal Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, 17(11). https://cibangsa.com/index.php/musytari/article/view/919
Ramadani, M., Al-Kalimantani, N. Z., Mahendra, Y. I., & Lisnawati, L. (2025). Belanja sekarang, bayar nanti: Analisis Shopee PayLater dalam perspektif kaidah-kaidah khusus fikih muamalah. JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 5(2), 89–104. https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/jish/article/view/448
Republika Online. (2025, November 25). Susah payah bank syariah mendobrak pangsa pasar. https://sharia.republika.co.id/berita/t6a7uj490/susah-payah-bank-syariah-mendobrak-pangsa-pasar
Sejati, P. P., Zakia, N. N., Nafisah, H. N., Nur’aini, N. A. D., Rusydi, Z. S. A., Ar-Rifai, A. A., & Waluyo. (2025). Fenomena Pinjaman Online Dan Bahaya Riba: Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Literasi Keuangan Syariah. Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 17(9), 11–20. https://cibangsa.com/index.php/musytari/article/view/732
Vibiznews. (2025, January 13). OJK tetapkan porsi pembiayaan fintech (P2P) lending 40%–50% mulai 2025. https://vibiznews.com/index.php/2025/01/13/ojk-tetapkan-porsi-pembiayaan-fintech-p2p-lending-40-50-mulai-2025/
